Kamis, 11 Desember 2014

Kuliah?Jurusan?

Kuliah? Jurusan?
Buat kalian yang pernah ngerasain galau buat milih jurusan ataupun bingung mau lanjutin studi di univ mana... Rasanya itu lebih bikin galau dari apapun. Anythings.
Ataupun kalian yang belom pernah ngerasain dan nantinya akan ngerasain, gue saranin lo buat nentuin pilihan dari sekarang atau lo coba tau apa yang jadi passion ataupun kemauan lo.
Dimulai Dari gue yang awalnya fix bgt pengen universitas diponegoro jurusan tata lingkungan Dan kota, pertama Karena alumni sma gue cukup banyak yang masuk di univ itu Dan yang pasti lebih banyak juga undangan ataupun Cara pandang univ tersebut ke sma gue. Kedua, gue pengen kuliah di luar kota buat nikmatin suasana baru selain di Jakarta. Tapi orangtua gue gak ngizinin alesannya simple kaya ortu lain yaitu gaboleh jauh-jauh Dari keluarga, biar bisa terkontrol.
Selanjutnya, gue ikut saran nyokap buat jadi guru, tapi setelah gue pikir-pikir gue gamau dikacangin sama murid-murid gue nantinya waktu gue lagi magang, ataupun gue orangnya emosional, gue gamau dituntut orangtua murid Dan masuk penjara Karna nabokin murid.
Lalu, sekolah ngadain test IQ minat Dan bakat yang hasilnya intinya gue gabisa kerja di kantoran karna gue tipe orang yang bosenan, dan haruskerja yang ketemu org banyak, kaya jadi ptesenter, pengacara, ataupun bidang politik. You think? Gue emang orangnya cerewet suka komentarin orang tapi? Gue suka gerogi kalo ngomong sama orang banyak yang gue gakenal.
Selanjutnya, dateng beberapa pts yang masarin univ mereka masing-masing dengan segala kelebihan yang mereka bicarakan dan juga prodi kerja yang menjamin karena kerja sama dengan banyak perusahaan. Tapi men biayanya please jangan ditanya karna cukup menjanjikan juga, walaupun ada beasiswa.
Dan akhirnya.... Gue bingung mau milih yang mana.
Rasanya pengen balik ke kelas satu lagi, yang isinya cuma ngeliatin kaka kelas ganteng-ganteng, main game kalo gaada guru, remedial bareng-bareng, ataupun hal lainnya. Tapi sekarang gue? Gue bingung nanti ngisi jawaban tryout2, UN, pulang sekolah terus les, milih univ sama juriusan yang bejibun... Yaaa pikoknya gue capek.

Kamis, 30 Oktober 2014

Magnet??



Hey bintang! Kamu tau?sekarang kamu itu seperti magnet.
Iya magnet… kamu tau magnet kan? Sejenis benda yang memilikki dua sisi yang berbeda. Dua sisi yang terlihat sama tetapi sungguh memiliki arti yang berbeda dan sangat berbeda. Dua sisi yang membuat beberapa orang menjadi bingung karena itu, khususnya bagi aku. Tetapi dua sisi itu yang membuat aku tertarik kepada sebuah magnet. Dua sisi itu yang membuat aku ingin tahu tentang magnet. Dua sisi itu yang membuat aku mempelajari tentang magnet. Dua sisi itu yang membuat aku semakin lama semakin jatuh ke dalam kehidupan magnet. Dua sisi itu yang membuat aku sedih, senang, bangga,gembira pada saat aku mempelajari tentang mu. Dua sisi itu yang membuat aku menjadi terlihat bodoh bagi beberapa orang.tapi aku sangat menyukai magnet dengan dua sisi ini.
          Sisi pertama, sisi yang seolah-olah mempunyai surga yang indah di dalamnya hingga aku tertarik kedalamnya. Tarikan sisi A ini sangat kuat, walaupun telah aku coba untuk menolaknya namun tarikan ini sangat kuat hingga membuat aku tertarik ke dalam sisi A. Saat aku memasuki sisi A, membuat aku menjadi tenang dengan semua macam partikel yang terkandung didalamnya. Membuat aku menjadi nyaman dengan segala zat yang terkandung di dalamnya. Semakin lama menelajah ke dalam sisi A,semakin indah aku melihatnya. Aku sangat menikmati sisi A ini. Setelah beberapa lama aku memasuki sisi ini, akupun terlihat tampak bodoh, ketika orang lain menilai aku bodoh aku pun senang dengan penilaian orang itu. Yaa…benar-benar bodoh.
          Sisi kedua, aku mencoba unutuk memasuki sisi B dan aku bertekad untuk mempelajari sisi kedua ini. Saat aku melihat sisi B dari luar, entah apa yang ada difikiranku saat itu. Mungkin aku berfikir aku akan mengabaikan sisi B karena aku teringat keindahan pada sisi A tadi. Aku berfikir “aku hanya akan memasuki sisi A, aku tidak perduli dengan sisi B”. Aku juga berfikir “aku harus melihat sisi B, walaupun tampak begitu menyakitkan”. Saat aku mulai memasuki sisi B dan mulai untuk menerima kehadiran sisi ini, aku seperti menolak kehadiran sisi B, seperti magnet yang mempertemukan kutub yang sama, seberapa kerasnya kau berusaha untuk mempersatukan dua magnet tersebut, itu tidak ada hasilnya. Sisi B ini begitu suram dan rumit sampai aku melupakan indahnya sisi A tadi. Aku mulai mempelajari sisi B, aku mulai menarik napas panjang ketika aku mempelajarinya. Hanya sebentar aku di dalam sisi B aku berfikir “yaa, aku menyesal masuk ke dalam sisi ke dua ini, karena membuat aku untuk tidak ingin memepelajari kehidupan magnet”. Namun aku sadar bahwa magnet ini memang pada dasarnya mempunyai dua sisi yang berbeda. Entahlah, aku seperti orang yang diberi narkoba, aku semakin tertarik dan ingin tau lebih dalam mengenai sisi kedua ini, yaaaaa lebih dalam walaupun aku tau nanti nya aku akan sangat sakit dan jatuh terlalu dalam. Aku pun semakin tertarik dengan magnet yang mempunyai dua sisi ini. Yaaa aku semakin dalam… dan aku mencoba untuk tidak jatuh ke dalamnya. Tapi tidak akan mungkin bisa.
          Setelah mempelajari berbagai hal di kedua sisi ini, aku semakin menyayangi magnet ku. Entahlah apa yang ada di otakku, aku hanya terlihat tampak bodoh bagi beberapa orang. Aku hanya menyayangi sisi-sisi yang ada di dalam magnetku, walaupun aku tau banyak yang terkandung pada sisi-sisi nya akan membuatku tampak bodoh. Yaaa aku suka itu. Namun aku tau suatu saat magnet ku akan tertarik kepada magnet lainnya dan akan melupakan aku. Yaa aku pun tahu itu.
         

Rabu, 05 Februari 2014

BINTANG



Bintang aku sadar dan aku tau kalau kamu itu sulit untuk di dapatkan. Tapi bintang, sesulit-sulit nya aku untuk mendapatkamu, itu lebih sulit dibandingkan aku untuk tidak memandang kamu lagi di langit. Bintang, kamu sudah membuat aku lelah
lelah untuk memangdangi kamu saja di langit walaupun masih banyak bintang di langit sana.
Lelah untuk melihat perkembanganmu dengan bintang lain.
Rasanya aku ingin berbicara, berbicara bahwa “tolong bintang, tolong aku, aku tidak bisa melihat kamu akrab dengan bintang yang lainnya, sedangkan aku disini, hanya menantikanmu, hanya melihatmu. Jadi tolong bintang, tolong jangan lihat bintang yang lainnya” sekali lagi ini bukan salahmu bintang, ini ego ku. Ini salah hatiku.tapi yang aku tau ini bukan salah siapa-siapa. Karena tuhan menciptakan mata kita untuk melihat ciptaan dia yang indah, seperti kamu. aku di bumi hanya bisa melihat kamu dari kejauhan dan mengagumi kamu. Apa mungkin kamu akan melihat aku disini?... itu sulit. Bodoh jika aku berfikir seperti itu, aku tau jika aku berfikir kalau nantinya kamu akan melihat ku, itu akan membuat ku semakin merasa sakit.
Iyaa rasanya sakit bintang.
aku sulit untuk bernafas,
sulit untuk mengontrol diriku agar aku tidak menangis.
Yaa semenjak aku mengenalmu aku sering menangis, aku sering bertanya kepada tuhan apakah aku sudah menjadi lemah sekarang?apakah aku sudah berubah menjadi cengeng?.
Bintang, sungguh aku sudah mencoba untuk memandang bulan, walaupun bulan dan bintang sama sama berada di langit yang indah. tapi sulit. Setiap kali aku melihat langit, mata ku selalu tertuju untuk mu bintang, sinar mu terlalu kuat untukku. Bintang, aku minta maaf untuk perasaan ku kepada  mu, aku tau itu tidak mungkin bisa, karena kita terlalu jauh. Dan juga karena kamu sudah mempunyai bintang lain dilangit sana yang lebih dekat jaraknya dengan mu. Bintang aku akan mencoba untuk tidak melihat kamu lagi. Tapi aku mohon bintang kasih aku waktu, karena itu sangat sulit bagiku. Bintang aku tau satu cara yang dapat membuat aku melupakanmu, yaitu musnahkan langit, bintang. musnahkan. Agar aku sekalipun tidak melirik ke langit mu yang indah itu. Tapi jika langit di musnahkan maka kau pun akan musnah. Apa aku kuat untuk itu?... sulit bintang iya sulit. Maka aku putuskan, biarkanlah aku memandangi mu, walaupun aku tau semakin lama rasa sakit ini akan semakin sakit. Biarkanlah, aku pun tidak berharap untuk kamu memandang aku.